Salah satu kebiasaan atau tradisi orang Melayu, khususnya orang Minangkabau
yang masih tampak lekat begitu kuat adalah; tidak mau berterus terang. Terutama dalam
dalam berbicara. Tidak berterus terang merupakan adab dan nilai tersendiri. Menurut etika
atau tata nilai, mereka yang bicara terus terang adalah anak-anak yang belum mengerti
dengan bahasa kiasan, lambang-lambang atau simbol-simbol, hanya baru tahu memakai
bahasa untuk berkata-kata saja, belum sampai pada taraf seni bahasa, adab bahasa dan
sopan santun. Orang yang bicara terus terang dianggap tidak beradat, tidak bertamaddun.
Dalam kaba Cindua Mato, Bundo Kanduang raja Minangkabau memarahi
Dang Tuanku dan Cindua Mato ketika kedua anak muda itu bicara terus terang di
dalam sebuah majelis para Basa Ampek Balai. Walaupun Dang Tuanku adalah
putranya sendiri, mereka diusir dari persidangan dan menyuruh pergi bermain
layang-layang.
Hantar Bahan Bacaan
email : ada.urusan@gmail.com
Projek Zine
Popular Posts
-
Tak betul biliona tergogok - bantah kuasawan nan belolok. Sebab, jika itulah yang benar, mengapa dana tampaknya segar? Sangat ker...
-
Islam telah melahirkan antara tamadun manusia yang terunggul di dunia. Ilmuan serta cendekiawan Islam seperti Ibn Sina atau Avicenna, Ibn...
-
Feminisme merupakan istilah yang seringkali digunakan untuk menghuraikan gerakan wanita yang berhubung dengan politik, budaya atau eko...

Tiada ulasan:
Catat Ulasan